Drop Set, Pyramid Set, Super Set

Drop Set, Pyramid Set, Super Set

Drop Set

Drop Set adalah teknik latihan yang sering digunakan oleh para atlet untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot. Teknik ini dilakukan dengan mengurangi beban setiap kali melakukan satu set. Misalnya, jika kamu melakukan latihan bahu dengan angkat beban sebanyak 10 kali, setelah itu kamu akan menurunkan beban sebesar 20% dan melakukan angkat beban sebanyak 10 kali lagi dengan beban yang lebih ringan. kamu dapat melanjutkan teknik ini hingga kamu tidak lagi dapat melanjutkan latihan.

Keuntungan dari teknik dropset adalah meningkatkan intensitas latihan yang dapat membantu memecahkan plateau dalam pembentukan otot. Teknik ini juga dapat membantu meningkatkan kekuatan dan massa otot dalam waktu yang lebih singkat.

Namun, teknik dropset juga memiliki beberapa kelemahan. Teknik ini dapat menimbulkan kelelahan yang berlebihan pada otot dan dapat menyebabkan cedera jika tidak dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan teknik yang benar dan menggunakan beban yang sesuai dengan kemampuan kamu.

Serangkaian latihan dropset pertama kali ditemukan oleh Henry Atkins pada tahun 1947. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh dokter dan anggota Olimpiade Amerika Serikat, Dr. Bob Cicherillo. Ia memperkenalkan teknik ini ke dunia kebugaran dan menjadikannya sebagai bagian penting dari rutinitas pelatihan kekuatan.

Berikut adalah cara melakukan dropset secara lengkap:

  1. Pertama-tama, pilihlah beban yang sesuai dengan kemampuan kamu untuk melakukan set pertama. Pastikan beban yang dipilih tidak terlalu berat sehingga kamu dapat melakukan repetisi dengan benar dan tidak terlalu ringan sehingga tidak menimbulkan efek yang diharapkan.
  2. Lakukan latihan seperti biasa dan hitung jumlah repetisi yang kamu lakukan. Cara ini akan membantu kamu mengetahui kemampuan kamu dalam melakukan latihan dan menyesuaikan beban dalam setiap repetisi.
  3. Setelah selesai dengan set pertama, turunkan beban sekitar 20-30% dari berat awal dan lanjutkan latihan dengan repetisi yang sama. Pastikan kamu melakukan latihan dengan teknik yang benar dan menghindari cedera.
  4. Ulangi langkah 3 dengan menurunkan beban setiap kali setelah selesai melakukan satu set. Perlahan-lahan turunkan beban agar tidak terlalu mengejutkan otot kamu. kamu dapat mengulangi langkah ini hingga beberapa set atau hingga kamu merasa tidak dapat melakukan repetisi dengan benar.
  5. Lanjutkan teknik dropset hingga kamu tidak lagi dapat melakukan repetisi dengan benar. Jika kamu merasa kelelahan atau tidak dapat melanjutkan latihan, segera hentikan latihan dan istirahat sejenak.

Selain meningkatkan intensitas latihan dan memecahkan plateau dalam pembentukan otot, teknik dropset juga dapat membantu meningkatkan kekuatan dan massa otot dalam waktu yang lebih singkat. Namun, teknik ini juga memiliki beberapa kelemahan seperti kelelahan yang berlebihan pada otot dan cedera jika tidak dilakukan dengan benar.

Untuk menghindari kelemahan tersebut, sangat penting untuk memperhatikan teknik yang benar dan menggunakan beban yang sesuai dengan kemampuan kamu. Jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan sebelum melakukan latihan dan mengonsultasikan dengan pelatih atau dokter jika kamu memiliki masalah kesehatan tertentu sebelum melakukan teknik dropset.

Pyramid Set

Pyramid set adalah teknik latihan di mana beban atau berat angkatannya bertambah atau berkurang secara bertahap dalam setiap setnya. Ada dua jenis pyramid set: pyramid set menaik dan pyramid set menurun.

Pyramid set menaik, juga dikenal sebagai pyramid set naik, dimulai dengan beban yang relatif ringan dan kemudian bertambah secara bertahap dengan setiap set hingga mencapai berat maksimum. Misalnya, pada set pertama, kamu mungkin melakukan 12 repetisi dengan beban 20 kilogram, pada set kedua kamu melakukan 10 repetisi dengan beban 30 kilogram, pada set ketiga kamu melakukan 8 repetisi dengan beban 40 kilogram, dan seterusnya hingga mencapai berat maksimum yang mampu kamu angkat.

Pyramid set menurun, juga dikenal sebagai pyramid set turun, dimulai dengan beban maksimum dan kemudian berkurang secara bertahap dalam setiap set. Misalnya, pada set pertama, kamu mungkin melakukan 8 repetisi dengan beban 40 kilogram, pada set kedua kamu melakukan 10 repetisi dengan beban 30 kilogram, pada set ketiga kamu melakukan 12 repetisi dengan beban 20 kilogram, dan seterusnya hingga mencapai beban yang relatif ringan.

Pyramid Set adalah teknik latihan yang ditemukan oleh seorang binaragawan bernama Mike Mentzer pada tahun 1970-an. Teknik ini melibatkan pengurangan beban dan peningkatan repetisi dalam setiap set latihan. Teknik ini dipopulerkan oleh Mike dan saudaranya Ray Mentzer dan menjadi sangat populer di kalangan binaragawan pada saat itu.

Namun, perlu diingat bahwa teknik Pyramid Set tidak cocok untuk semua orang dan dapat menyebabkan kelelahan. Sebelum mencoba teknik ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan pelatih atau ahli olahraga terlebih dahulu untuk mengetahui apakah teknik ini cocok untuk kondisi fisik dan tujuan latihan kamu.

Lalu Apa Perbedaan Pyramid Set Menurun dengan Drop Set?

Pyramid set menurun melibatkan mengurangi jumlah beban secara bertahap setiap set, sementara jumlah repetisi ditingkatkan setelah set pertama. Misalnya, jika kamu melakukan latihan bench press dengan set pertama menggunakan beban 100 kg dan melakukan 10 repetisi, set kedua menggunakan beban 90 kg dan melakukan 12 repetisi, dan set ketiga menggunakan beban 80 kg dan melakukan 15 repetisi.

Sementara itu, drop set melibatkan melakukan set pertama dengan beban berat dan kemudian mengurangi beban secara signifikan dan melakukan set berikutnya dengan beban yang lebih ringan tanpa waktu istirahat yang lama antara set. Misalnya, jika kamu melakukan latihan bicep curl dengan beban 20 kg, kemudian menurunkan beban menjadi 15 kg, lalu 10 kg, dan seterusnya tanpa waktu istirahat yang lama antara set.

Super Set

Super set adalah teknik latihan yang melibatkan dua latihan yang berbeda dilakukan secara berurutan tanpa istirahat di antaranya. Teknik ini ditemukan oleh seorang binaragawan legendaris bernama Joe Weider pada tahun 1960-an. Teknik ini dapat membantu meningkatkan kekuatan dan kekuatan otot.

Super Set adalah teknik latihan di mana dua latihan yang berbeda dilakukan secara berturut-turut tanpa istirahat di antara keduanya. Biasanya, kedua latihan tersebut melibatkan otot yang berbeda tetapi masih berhubungan satu sama lain, seperti latihan bahu dan tricep atau latihan dada dan punggung. Tujuan dari super set adalah untuk meningkatkan intensitas latihan, mengoptimalkan waktu yang tersedia, dan merangsang pertumbuhan otot secara maksimal. Terdapat beberapa jenis super set, antara lain:

  1. Superset Kompleks: Dalam jenis ini, kedua latihan yang dilakukan adalah latihan yang sama tetapi dengan variasi yang berbeda. Misalnya, melakukan pull-up dan chin-up secara bergantian.
  2. Pre-Exhaustion Superset: Dalam jenis ini, latihan isolasi dilakukan terlebih dahulu untuk otot yang ingin dilatih, diikuti oleh latihan kompound untuk otot yang sama. Misalnya, melakukan latihan fly sebelum melakukan bench press untuk melatih otot dada.
  3. Post-Exhaustion Superset: Dalam jenis ini, latihan kompound dilakukan terlebih dahulu diikuti oleh latihan isolasi untuk otot yang sama. Misalnya, melakukan bench press terlebih dahulu diikuti oleh latihan fly untuk melatih otot dada.
  4. Antagonistic Superset: Dalam jenis ini, latihan untuk otot antagonis (pasangan otot yang berlawanan) dilakukan secara bergantian. Misalnya, melakukan latihan bicep dan tricep secara bergantian.

Super set juga dapat membantu menghemat waktu di gym karena latihan dilakukan secara berturut-turut tanpa istirahat, sehingga memungkinkan seseorang untuk menyelesaikan latihan dalam waktu yang lebih singkat. Teknik ini juga dapat membantu meningkatkan intensitas latihan, karena memaksa otot untuk bekerja lebih keras dan lebih lama dari biasanya.

Dalam superset, biasanya kamu akan melakukan latihan untuk dua otot yang berbeda secara bergantian. Berikut adalah beberapa jenis superset beserta contohnya:

Superset yang mengarah ke otot yang sama:

  • Barbell curls & hammer curls
  • Barbell squats & lunges
  • Cable fly & dumbbell fly

Superset yang mengarah ke otot yang berbeda:

  • Lat pulldown & bench press
  • Deadlift & calf raises
  • Leg press & pull-up

Superset dengan beban yang sama:

  • Pull-up & push-up
  • Leg curls & leg extension
  • Lateral raise & front raise

Superset dengan beban yang berbeda:

  • Barbell curls & overhead press
  • Dumbbell bench press & bicep curls
  • Squat & upright rows

Ingatlah bahwa sebelum melakukan superset, pastikan bahwa kamu sudah melakukan pemanasan yang cukup dan menghindari melakukan terlalu banyak repetisi yang dapat menyebabkan cedera atau kelelahan pada otot. Selalu konsultasikan dengan pelatih atau ahli kebugaran sebelum mencoba teknik latihan yang baru.

Lebih baru Lebih lama

Ads

Ads