Deadlift
adalah salah satu latihan angkat beban yang melibatkan beberapa kelompok otot
besar, terutama otot-otot punggung, pinggul, dan kaki. Dalam gerakan deadlift,
beban diangkat dari lantai dengan membungkuk pada pinggang dan menjaga punggung
lurus sepanjang gerakan.
Menurut
para ahli, deadlift adalah latihan beban yang paling efektif untuk
mengembangkan kekuatan otot-otot punggung, pinggul, dan kaki. Deadlift juga
dapat membantu meningkatkan postur tubuh dan daya tahan.
Sebuah
penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research
mengamati bahwa deadlift adalah latihan yang efektif untuk meningkatkan
kekuatan otot-otot ekstensor punggung dan pinggul. Studi ini juga menunjukkan
bahwa latihan deadlift dapat membantu meningkatkan fungsi kehidupan sehari-hari
seperti berjalan, berlari, dan mengangkat beban.
Jenis
Variasi Deadlift:
- Conventional Deadlift: Jenis deadlift
yang paling umum dilakukan dengan postur tegak dan kaki selebar bahu.
Posisi tangan dapat diambil secara overhand (tangan atas menghadap tubuh)
atau mixed grip (tangan kanan menghadap tubuh dan tangan kiri menghadap
keluar).
- Sumo Deadlift: Deadlift dengan postur
lebih rendah dan kaki lebih lebar dari posisi Conventional Deadlift.
Posisi tangan dapat diambil dengan overhand atau mixed grip.
- Romanian Deadlift: Fokus pada otot
hamstrings, latissimus dorsi, dan spinal erectors. Gerakan dimulai dari
posisi tegak dengan kaki selebar bahu dan otot inti ditekan ke belakang
untuk menjaga postur yang baik.
- Stiff-legged Deadlift: Serupa dengan
Romanian Deadlift namun dengan kaki yang sedikit ditekuk untuk memfokuskan
latihan pada otot paha dan hamstring.
- Trap Bar Deadlift: Dengan menggunakan
trap bar (sebuah barbell dengan pegangan di sisi), latihan ini dapat
dilakukan dengan postur yang lebih vertikal dan dapat membantu mengurangi
beban pada tulang belakang.
- Deficit Deadlift: Deadlift dengan
menggunakan platform atau blok yang diletakkan di bawah kaki untuk
meningkatkan jangkauan gerakan.
- Suitcase Deadlift: Menggunakan satu
dumbbell atau kettlebell yang dipegang dengan satu tangan di samping
tubuh. Latihan ini dapat membantu meningkatkan kekuatan pada otot inti dan
latihan unilateral.
- Single-leg Deadlift: Latihan
unilateral yang fokus pada pengembangan keseimbangan, stabilitas dan
kekuatan pada otot glutes, hamstrings dan spinal erectors.
- Snatch Grip Deadlift: Jenis deadlift
di mana pegangan tangan diposisikan lebih lebar dari shoulder width,
seperti yang dilakukan pada snatch atau clean and jerk di angkat besi.
Gerakan ini membantu untuk memperkuat otot punggung bagian atas, bahu, dan
lengan.
- Jefferson Deadlift: Jenis deadlift di
mana kaki postur membentuk sudut 90 derajat, dengan satu kaki berada di
depan dan satu kaki berada di belakang barbell. Gerakan ini melibatkan
beberapa otot utama termasuk pinggul, punggung, kaki, dan perut.
- Suitcase Deadlift: Deadlift dengan
menggunakan satu tangan seperti mengangkat koper.
- Block Deadlift: Jenis deadlift di
mana barbell ditempatkan di atas blok atau pelat, sehingga jarak angkatnya
lebih pendek dari jarak angkat deadlift konvensional. Latihan ini
digunakan untuk mengembangkan kekuatan
pada
posisi deadlift terakhir atau untuk mengatasi kelemahan pada area
tersebut.
- Rack Pull Deadlift: Jenis deadlift di
mana barbell ditempatkan pada rak yang terletak di tengah kaki. Posisi
barbell lebih tinggi dari deadlift konvensional sehingga jarak angkatnya
lebih pendek. Latihan ini membantu untuk mengembangkan kekuatan pada
daerah punggung bagian atas dan bisa menjadi alternatif bagi mereka yang
memiliki masalah fleksibilitas pada pinggul atau paha.
- Box Deadlift: Deadlift dengan
menggunakan kotak atau bangku sebagai penyangga untuk mengangkat beban.
- Partial Deadlift: Deadlift dengan
mengangkat beban dari jangkauan yang lebih pendek dari konvensional.
Kemudian
ada juga salah satu jenis deadlift yang terkenal yaitu Sumo Deadlift, Sumo
deadlift adalah salah satu variasi dari latihan deadlift, di mana posisi kaki
lebih lebar dari posisi standar deadlift, sehingga memberi stabilitas dan
keseimbangan yang lebih besar pada gerakan tersebut. Terdapat beberapa
pembagian sumo deadlift berdasarkan perbedaan teknik dan gerakan, antara lain:
- Sumo Deadlift High Pull: Varian
CrossFit dari sumo deadlift yang menggunakan momentum untuk menarik beban
hingga sejajar dengan dada, kemudian dilempar ke atas untuk menyelesaikan
gerakan.
- Romanian Deadlift (RDL) Sumo: Kaki
ditempatkan sedikit lebih lebar dari bahu dan lutut diikat, lalu melakukan
gerakan mengangkat beban dari lantai sampai berdiri dengan posisi kaki
sedikit terbuka.
- Conventional to Sumo Deadlift: Mulai
gerakan deadlift dengan posisi kaki seperti deadlift konvensional,
kemudian ubah menjadi posisi kaki sumo saat menarik beban ke atas.
- Stiff Legged Sumo Deadlift: Gerakan
sumo deadlift dilakukan dengan kaki ditekuk sedikit, dan sepanjang gerakan
kaki tetap ditekuk dan tidak menekuk lutut.
- Deficit Sumo Deadlift: Latihan sumo
deadlift dengan menggunakan piring atau bangku sebagai peningkatan jarak
dari lantai, sehingga latihan dapat dilakukan dalam jangkauan gerakan yang
lebih besar.
- Partial Sumo Deadlift: Gerakan sumo
deadlift diawali dengan mengangkat beban hanya dari posisi jepitan di atas
lutut dan tidak hingga sejajar dengan pinggang.
- Paused Sumo Deadlift: Gerakan sumo
deadlift dihentikan di tengah perjalanan, sehingga meningkatkan ketahanan
dan daya tahan otot.
- Band Resisted Sumo Deadlift: Latihan
sumo deadlift dengan menggunakan band resistance yang melekat pada beban,
sehingga meningkatkan ketegangan otot saat melakukan gerakan.
- Box Sumo Deadlift: Gerakan sumo
deadlift dilakukan dengan posisi kaki yang lebih tinggi dari posisi
lantai, seperti latihan dengan bantuan kotak atau bangku.
- Speed Sumo Deadlift: Gerakan sumo
deadlift dilakukan dengan gerakan cepat untuk meningkatkan kecepatan dan
kekuatan pada otot kaki dan pinggul.
- Sumo Deadlift with Chains: Gerakan
sumo deadlift dilakukan dengan menggunakan rantai yang tergantung pada
beban, sehingga memberikan peningkatan ketegangan pada gerakan.
- Sumo Deadlift with Dumbbell: Varian
sumo deadlift yang menggunakan dumbbell sebagai beban yang diangkat dari
lantai.
- Single Leg Sumo Deadlift: Gerakan
sumo deadlift dilakukan hanya dengan menggunakan satu kaki.
- Banded Sumo Deadlift: Latihan sumo
deadlift dengan menggunakan band resistance yang diletakkan di sekitar
kaki, sehingga memberikan peningkatan ketegangan pada gerakan.
- Sumo Deadlift with Block: Gerakan
sumo deadlift dilakukan dengan menggunakan blok atau plat sebagai
permukaan tempat kaki ditempatkan.
- Sumo Deadlift with Pause at Knee:
Gerakan sumo dead
Sejarah Deadlift
Deadlift
adalah latihan kekuatan yang telah dilakukan oleh manusia selama ribuan tahun.
Pada zaman dahulu, deadlift digunakan sebagai cara untuk mengangkat barang
berat seperti batu dan kayu, atau bahkan sebagai latihan bagi prajurit untuk
memperkuat kekuatan mereka dalam pertempuran.
Asal
usul kata "deadlift" sendiri berasal dari bahasa Inggris kuno
"dead weight lifting", yang berarti mengangkat benda mati atau beban
tanpa bantuan mesin atau alat. Pada awalnya, deadlift dilakukan dengan cara
membungkuk dan mengangkat beban dengan tangan kosong atau menggunakan tali
untuk mengangkat beban.
Beberapa
catatan sejarah yang ada adalah:
- Dalam kebudayaan Yunani Kuno, ada
beberapa gambar pada vas yang menunjukkan olahraga angkat beban. Salah
satu di antaranya adalah gambar pada vas dari tahun 500 SM yang
menunjukkan seorang atlet angkat beban mengangkat batu.
- Selama Abad Pertengahan, ada beberapa
bentuk angkat beban yang digunakan untuk melatih prajurit. Salah satu
bentuknya adalah “the knight’s lift” di mana seorang prajurit mengangkat
seorang rekannya dan menahan posisi itu selama mungkin.
- Pada abad ke-19, angkat beban mulai
menjadi olahraga terorganisir dan diakui secara resmi di Inggris. Pada
tahun 1891, dilakukan pertandingan angkat beban pertama di Crystal Palace
di London.
- Deadlift secara spesifik pertama kali
muncul dalam konteks angkat beban pada pertengahan abad ke-19. Pada tahun
1896, deadlift termasuk dalam daftar cabang olahraga dalam acara kejuaraan
angkat beban di Athena, Yunani.
Jadi
pada inti kesimpulannya. Pada abad ke-19, deadlift mulai menjadi latihan
kekuatan yang populer di antara atlet dan binaragawan. Pada tahun 1896,
deadlift menjadi salah satu dari tiga cabang olahraga dalam Olimpiade modern
pertama di Athena, Yunani. Namun, pada tahun 1920, deadlift dikeluarkan dari
Olimpiade karena dianggap kurang memiliki standar dan metode penilaian yang
jelas.
Seiring
waktu, teknik dan varian deadlift terus berkembang, termasuk penggunaan alat
bantu seperti tali, sabuk angkat berat, dan angkatan dari platform atau rak.
Deadlift juga menjadi bagian dari olahraga kekuatan dan daya tahan seperti
powerlifting dan strongman competition.
Dalam
penelitian, deadlift telah menjadi fokus utama dalam studi kekuatan dan daya
tahan otot belakang dan otot bawah tubuh. Penelitian ini meliputi analisis
teknik dan biomekanika deadlift, serta pengaruh deadlift terhadap kesehatan
tulang belakang dan otot panggul.
Secara
keseluruhan, deadlift telah menjadi salah satu latihan kekuatan utama yang digunakan
oleh banyak atlet dan binaragawan di seluruh dunia, serta menjadi subjek
penelitian dalam bidang kekuatan dan kesehatan tubuh.
