Deload
adalah istilah dalam dunia kebugaran yang mengacu pada periode pemulihan atau
pengurangan beban latihan setelah periode intensitas tinggi. Pada umumnya,
deload dilakukan setiap 4-6 minggu dan bertujuan untuk memberi tubuh waktu untuk
pulih dan menghindari terjadinya overtraining atau cedera. Selama deload,
seseorang akan mengurangi volume atau intensitas latihan, misalnya dengan
mengurangi beban yang diangkat atau jumlah set dan repetisi dalam satu latihan.
Hal ini membantu tubuh untuk memulihkan diri dan mempersiapkan diri untuk
periode latihan selanjutnya. Deload juga dapat membantu seseorang untuk
menghindari stagnasi atau plateau dalam peningkatan kekuatan atau massa otot.
Deload
juga merupakan istilah dalam fitness yang mengacu pada periode singkat dimana
seseorang mengurangi beban latihan atau intensitas latihan untuk memberikan
waktu bagi tubuh untuk pulih dan menghindari kelelahan. Beberapa alasan mengapa
seseorang harus melakukan deload antara lain:
- Menghindari cedera: Dengan mengurangi
intensitas latihan selama periode deload, kamu dapat menghindari risiko
cedera yang dapat terjadi akibat overtraining.
- Mempercepat pemulihan: Deload
memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih secara menyeluruh sehingga pada
akhirnya dapat mempercepat pemulihan dan membantu meningkatkan kinerja
saat berlatih kembali.
- Menghindari kelelahan mental:
Kelelahan mental juga bisa terjadi ketika berlatih secara berlebihan.
Deload memberikan waktu bagi kamu untuk meredakan stres dan kelelahan
mental sehingga kamu dapat kembali ke latihan dengan semangat yang lebih
tinggi.
- Meningkatkan performa: Dengan memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih, deload dapat membantu meningkatkan performa saat kembali berlatih. Selain itu, deload juga membantu memperbaiki teknik dan memperkuat otot-otot yang lemah sehingga kamu dapat meningkatkan kemampuan dan performa kamu secara keseluruhan.
Apakah Deload Akan Berpengaruh ke
Progressive Overload?
Deload
dilakukan dengan mengurangi intensitas dan volume latihan secara sementara
untuk memberikan waktu pemulihan yang cukup bagi tubuh setelah melakukan
latihan intensitas tinggi selama beberapa minggu. Dalam hal ini, deload dapat
membantu untuk membatasi proggresive overload dengan memberikan waktu bagi
tubuh untuk pulih dan mencegah terjadinya overtraining.
Dengan
melakukan deload secara teratur, maka tubuh akan memiliki waktu untuk pulih
sepenuhnya, sehingga ketika kembali ke latihan, tubuh akan siap untuk menerima
beban latihan yang lebih besar lagi. Selain itu, deload juga dapat membantu
mencegah terjadinya cedera, karena memberikan waktu bagi tubuh untuk
memperbaiki kerusakan yang terjadi selama latihan intensitas tinggi.
Pada
saat deload, biasanya volume dan intensitas latihan akan dikurangi, sehingga
latihan akan menjadi lebih ringan dan mudah untuk dilakukan. Hal ini akan
membantu tubuh untuk pulih secara optimal dan mengurangi risiko terjadinya
overtraining. Setelah melakukan deload, maka program latihan dapat dilanjutkan
dengan meningkatkan beban latihan secara bertahap, dan hal ini akan membantu
untuk membatasi proggresive overload sehingga tidak terjadi terlalu cepat dan
berlebihan.
Penelitian tentang Deload
Beberapa
penelitian dan jurnal yang membahas pentingnya deload dalam latihan angkat
beban antara lain:
- Penelitian yang dipublikasikan dalam
Journal of Strength and Conditioning Research pada tahun 2019 menunjukkan
bahwa deload yang dilakukan setiap 4-6 minggu dapat meningkatkan kekuatan,
volume latihan, dan penampilan atlet. Selain itu, deload juga dapat
mengurangi risiko cedera dan kelelahan.
- Penelitian yang dipublikasikan dalam
International Journal of Sports Medicine pada tahun 2017 menunjukkan bahwa
deload yang dilakukan setiap 6-8 minggu dapat meningkatkan produksi hormon
pertumbuhan dan meningkatkan kekuatan otot pada orang dewasa yang aktif
secara fisik.
- Sebuah tinjauan sistematis yang
diterbitkan dalam Sports Medicine pada tahun 2018 menunjukkan bahwa deload
yang dilakukan secara teratur dapat membantu mengurangi kelelahan otot,
mengurangi risiko cedera, dan mempercepat pemulihan setelah latihan.
Secara
umum, penelitian menunjukkan bahwa deload merupakan bagian penting dari program
latihan angkat beban yang efektif dan aman, dan dapat membantu meningkatkan
kinerja atlet serta mengurangi risiko cedera dan kelelahan.
Dan juga berikut Berikut beberapa contoh jurnal yang meneliti tentang pentingnya deload dalam program latihan:
Stone, M. H., Stone, M., Sands, W. A., & Sands, B. (2007). The effect of short-term, periodized overloading training on skeletal muscle function. The Journal of Strength & Conditioning Research, 21(2), 441-447. Jurnal ini meneliti efek dari latihan overloading yang diprogramkan secara periodik pada fungsi otot rangka. Penelitian ini menunjukkan bahwa deload yang diprogramkan dengan baik dapat membantu meningkatkan kekuatan dan performa otot.
Henselmans, M., & Schoenfeld, B. J. (2014). The effect of inter-set rest intervals on resistance exercise-induced muscle hypertrophy. Sports Medicine, 44(12), 1635-1643. Jurnal ini meneliti efek dari interval istirahat antar set pada hipertrofi otot akibat latihan resistensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa deload yang diatur dengan baik dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan otot.
Kraemer, W. J., & Ratamess, N. A. (2004). Fundamentals of resistance training: Progression and exercise prescription. Medicine and Science in Sports and Exercise, 36(4), 674-688. Jurnal ini membahas dasar-dasar latihan kekuatan, termasuk progresi dan preskripsi latihan. Penulis menganggap bahwa deload merupakan bagian yang penting dari program latihan kekuatan yang sukses.
Zourdos, M. C., Klemp, A., Dolan, C., Quiles, J. M., Schau, K. A., Jo, E., ... & Blanco, R. (2016). Novel resistance training-specific rating of perceived exertion scale measuring repetitions in reserve. The Journal of Strength & Conditioning Research, 30(1), 267-275. Jurnal ini mengembangkan sebuah skala penilaian yang disebut RPE-RT yang dapat membantu pengguna program latihan untuk mengevaluasi level kelelahan mereka. Deload merupakan bagian penting dari program latihan yang mempertimbangkan level kelelahan dan RPE-RT.
Gentil, P., Bottaro, M., Oliveira, E., & Carmo, J. (2006). Effects of exercise intensity and duration on perceived exertion. Perceptual and Motor Skills, 102(3), 791-794. Jurnal ini meneliti efek intensitas dan durasi latihan pada persepsi kelelahan. Deload merupakan bagian penting dari program latihan yang mempertimbangkan intensitas dan durasi latihan yang dapat mempengaruhi persepsi kelelahan.
"Effects of Deload on Performance, Body Composition, and Injury: A Systematic Review" oleh Ghigiarelli, J. J., Sell, K. M., Denunzio, J. M., & Smoliga, J. M. (2017). Jurnal ini membahas tentang pengaruh deload pada performa, komposisi tubuh, dan cedera pada olahragawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deload dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan performa, mengurangi risiko cedera, dan mempertahankan komposisi tubuh.
"The Effects of Deloading on Overreaching and Overtraining in Endurance Sports: A Systematic Review" oleh Moran-Navarro, R., Pérez-Suárez, I., Mora-Rodriguez, R., & Pallarés, J. G. (2017). Jurnal ini membahas tentang pengaruh deload pada olahraga enduransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deload dapat membantu mengurangi risiko overreaching dan overtraining pada olahraga enduransi.
"The Effect of a Deloading Phase on Strength Performance Following a Resistance Training Programme" oleh Tran, T. T., Lundby, C., & Fahrenkrug, J. (2017). Jurnal ini membahas tentang pengaruh deload pada program latihan kekuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deload dapat meningkatkan performa kekuatan dan mempertahankan hasil latihan selama masa pemulihan.
Namun,
perlu diingat bahwa hasil penelitian tersebut mungkin tidak dapat langsung
diterapkan secara umum pada setiap individu dan program latihan. Oleh karena
itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan pelatih atau ahli kesehatan
sebelum memutuskan untuk melakukan deload dalam program latihan kamu.
Kesimpulan
Ya,
pada umumnya deload dilakukan dengan menghentikan atau membatasi beban yang
diangkat dalam latihan selama beberapa waktu. Hal ini bertujuan untuk memberi
kesempatan bagi tubuh untuk pulih dan memulihkan kondisi fisik sebelum kembali
melanjutkan progressive overload pada latihan berikutnya. Selama periode
deload, biasanya dilakukan dengan mengurangi volume dan intensitas latihan
serta memperpanjang waktu istirahat di antara sesi latihan. Setelah periode
deload selesai, maka progressive overload dapat dilanjutkan kembali dengan
penambahan beban secara bertahap.

