Skull
crusher adalah latihan kebugaran yang dilakukan dengan menggunakan barbel atau
dumbbell atau umumnya dilakukan dengan EZ
Bar/Curl Bar atau sebutan lengkapnya EZ
Curl Bar. Bar EZ bar adalah barbell dengan bentuk bergelombang atau zigzag
pada bagian tengahnya, sehingga memudahkan untuk memegang dan mengurangi
tekanan pada pergelangan tangan. Bentuk EZ bar yang ergonomis membuatnya
populer digunakan pada latihan tricep seperti skull crusher, tricep curls, dan
sebagainya. yang dilakukan dengan berbaring pada bangku dan menekan beban ke
arah atas dengan tangan lurus. Gerakan ini menargetkan otot triceps di lengan
bagian belakang. Namun, karena melibatkan gerakan yang kompleks, latihan ini
dapat memerlukan teknik yang benar untuk menghindari cedera atau kelelahan pada
sendi dan otot. Oleh karena itu, disarankan untuk mempelajari gerakan ini
dengan baik sebelum mencoba melakukannya dengan beban yang berat.
Berikut
adalah cara melakukan skull crusher menggunakan EZ bar:
- Berbaring di bangku dengan posisi
telentang dan pastikan kepala, leher, dan punggung kamu dalam posisi yang
stabil dan nyaman.
- Pegang EZ bar dengan kedua tangan,
letakkan tangan kamu di atasnya dengan jarak selebar bahu, dan angkat bar
ke atas sehingga lengan kamu lurus.
- Tekuk siku kamu secara perlahan dan
turunkan bar ke arah kepala kamu dengan menjaga siku kamu tetap lurus dan
dekat dengan kepala.
- Hentikan bar ketika sudah cukup dekat
dengan kepala kamu dan perlahan kembalikan bar ke posisi semula dengan
mengendalikan gerakan turunnya.
- Ulangi gerakan ini untuk beberapa set
dengan jumlah repetisi yang sesuai dengan kemampuan kamu.
Penting
untuk diingat bahwa teknik yang tepat sangat penting dalam melakukan skull
crusher untuk mencegah cedera dan memaksimalkan hasil latihan. Pastikan untuk
menjaga posisi tubuh yang stabil dan mengendalikan gerakan turunnya untuk
menghindari cedera pada bahu atau siku. Selain itu, pastikan untuk memilih
beban yang sesuai dengan kemampuan kamu dan menghindari mengangkat beban yang
terlalu berat.
Skull
crusher atau tricep extension memiliki beberapa manfaat, di antaranya:
- Meningkatkan kekuatan tricep Latihan
skull crusher secara teratur dapat membantu meningkatkan kekuatan dan daya
tahan tricep kamu. Hal ini dapat membantu meningkatkan kemampuan kamu
untuk melakukan gerakan olahraga lainnya seperti push up, bench press, dan
pull up.
- Membentuk dan mengencangkan tricep
Selain meningkatkan kekuatan tricep, latihan skull crusher juga dapat
membentuk dan mengencangkan otot tricep. Hal ini dapat membantu
meningkatkan penampilan lengan kamu.
- Mengurangi risiko cedera pada bahu
Skull crusher juga dapat membantu mengurangi risiko cedera pada bahu.
Latihan ini memungkinkan kamu untuk mengisolasi otot tricep tanpa
melibatkan bahu, sehingga mengurangi tekanan pada sendi bahu.
Namun,
seperti halnya latihan kekuatan lainnya, skull crusher juga memiliki risiko
cedera jika tidak dilakukan dengan benar atau dengan beban yang terlalu berat.
Oleh karena itu, pastikan untuk mengikuti teknik yang benar dan tidak membebani
diri terlalu berat.
Mengapa Namanya “Skull Crusher”
Skull
Crusher (juga dikenal sebagai Lying Triceps Extension) merupakan nama dari
suatu gerakan latihan yang sering dilakukan dalam program latihan untuk
membentuk otot trisep. Nama "skull crusher" mungkin terdengar cukup
menyeramkan, namun sebenarnya nama tersebut berasal dari gerakan latihan yang
melibatkan menekan beban dengan arah vertikal ke arah kepala, sehingga mirip
dengan gerakan menyerang atau menghancurkan tengkorak. Nama tersebut umumnya
tidak terkait dengan kecelakaan atau insiden apapun.
Skull
crusher merupakan salah satu gerakan latihan pada angkat beban yang fokus pada
penguatan otot trisep. Sejarah asal usul nama "skull crusher"
sebenarnya tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan berasal dari
penampilan gerakan ini yang menyerupai gerakan menghancurkan tengkorak.
Apakah ada Sejarah Skull Crusher?
Tidak
ada catatan resmi yang mengungkapkan asal usul pasti dari gerakan Skull
Crusher. Namun, gerakan ini sering dikaitkan dengan dunia fisik dan kebugaran.
Gerakan
skull crusher diyakini telah dilakukan sejak lama oleh para binaragawan dan
atlet angkat beban. Namun, popularitasnya meningkat di era 1980-an ketika
banyak orang mulai tertarik pada kebugaran dan kekuatan fisik. Gerakan ini juga
menjadi salah satu gerakan yang digunakan dalam kompetisi angkat beban.
Beberapa
sumber mengatakan bahwa gerakan ini awalnya dipopulerkan oleh anggota kekuatan
udara AS pada awal 1900-an, yang menggunakan gerakan ini untuk melatih otot
triceps mereka. Gerakan ini kemudian menyebar ke komunitas angkat beban dan
menjadi bagian dari latihan klasik untuk melatih triceps.
Nama
"Skull Crusher" sendiri terkait dengan risiko cedera yang mungkin
terjadi jika gerakan ini dilakukan dengan cara yang salah atau tanpa pengawasan
yang tepat. Ketika dilakukan dengan benar, gerakan ini sebenarnya aman dan
efektif untuk melatih otot triceps, tetapi jika dilakukan dengan beban yang
terlalu berat atau teknik yang salah, risiko cedera pada kepala atau leher
dapat meningkat.
Namun,
seiring waktu, beberapa ahli kebugaran dan dokter mulai mempertanyakan keamanan
gerakan ini. Beberapa insiden kecelakaan terjadi ketika orang-orang melakukan
skull crusher dengan beban yang terlalu berat atau dengan teknik yang salah.
Kecelakaan ini dapat mengakibatkan cedera parah pada area kepala dan leher.
Seiring
dengan kesadaran akan risiko cedera, para ahli kebugaran mulai mengembangkan
alternatif gerakan latihan trisep yang lebih aman, seperti cable pushdown atau
dumbbell tricep extension. Namun, skull crusher masih menjadi salah satu
gerakan yang dilakukan oleh banyak orang, terutama di antara para binaragawan
yang berpengalaman.
