Push
up adalah suatu latihan kekuatan tubuh bagian atas yang dilakukan dengan cara
membentangkan tubuh di atas lantai dengan posisi telapak tangan menyentuh
lantai, kemudian menekan tubuh ke atas dan ke bawah dengan kekuatan lengan
untuk mengangkat tubuh. Gerakan ini melibatkan beberapa kelompok otot, termasuk
dada, bahu, tricep, perut, dan punggung.
Ya,
push up merupakan salah satu jenis latihan calisthenics
atau bodyweight exercise yang
dilakukan dengan menggunakan berat tubuh sendiri. secara spesifik, sejarah push
up tidak dapat dilacak dengan pasti dari mana asalnya. Namun, Sejarah push up
sendiri dapat ditelusuri hingga zaman kuno, di mana bentuk awal dari push up
dilakukan oleh para prajurit Sparta dan para pejuang Yoga di India untuk
melatih kekuatan dan ketahanan tubuh. Selain itu, push up juga telah menjadi
bagian dari pelatihan militer sejak awal abad ke-20 dan kemudian menjadi
populer sebagai latihan fisik umum yang dapat dilakukan di mana saja tanpa alat
bantu. Kemudian ada juga latihan yang mirip dengan push up telah dilakukan oleh
banyak budaya sejak lama. Contohnya, orang-orang Yunani Kuno melakukan suatu
latihan yang disebut "gymnasion" atau "gymnos" yang
melibatkan berbagai gerakan tubuh, termasuk gerakan yang menyerupai push up.
Push
up juga telah digunakan oleh tentara selama berabad-abad sebagai bagian dari
latihan militer. Di Amerika Serikat, push up pertama kali diperkenalkan sebagai
bagian dari latihan militer selama Perang Dunia I oleh ahli kesehatan dan pelatih
tubuh bernama Royal H. Burpee. Gerakan yang sekarang dikenal sebagai
"burpee" adalah varian dari push up yang diciptakan oleh Burpee.
Namun,
tidak ada satu orang yang dapat disebut sebagai "penemu" push up,
karena gerakan ini telah menjadi latihan umum yang dilakukan oleh banyak orang
di seluruh dunia.
Berikut
adalah beberapa jenis push up:
- Standard Push-Up: Dilakukan dengan
posisi tangan sejajar dengan bahu, siku ditekuk, dan tubuh terangkat
dengan posisi datar. Ini adalah jenis push up yang paling umum.
- Knee Push-Up : Dilakukan dengan
posisi lutut menyentuh lantai dan tubuh ditekuk. Gerakan push up dilakukan
dengan menurunkan tubuh hingga dada hampir menyentuh lantai dan kemudian
menaikkan tubuh kembali dengan menggunakan kekuatan lengan dan dada.
- Wide Push-Up: Dilakukan dengan posisi
tangan lebih lebar dari bahu, siku sedikit ditekuk, dan tubuh terangkat
dengan posisi datar. Jenis push up ini lebih menargetkan otot dada bagian
luar.
- Narrow Push-Up: Dilakukan dengan
posisi tangan dekat satu sama lain, sejajar dengan bahu, siku ditekuk, dan
tubuh terangkat dengan posisi datar. Jenis push up ini lebih menargetkan tricep.
- Incline Push-Up: Berbaring di lantai
dengan posisi push-up, tapi letakkan kedua tangan kamu di atas benda yang
lebih tinggi dari lantai, seperti meja atau bangku. Tekuk siku kamu dan
turunkan tubuh kamu ke arah benda yang kamu gunakan. Kemudian dorong tubuh
kamu kembali ke posisi awal. Gerakan ini lebih mudah dilakukan daripada
push-up biasa, karena sebagian berat badan kamu didukung oleh benda yang kamu
gunakan.
- Feet Elevated Push-Up: dilakukan
dengan meletakkan kaki di atas benda yang lebih tinggi dari permukaan
lantai. Ini membuat posisi tubuh terangkat sehingga berat badan lebih
terfokus pada dada bagian bawah. Gerakan push up dilakukan seperti biasa
dengan mengangkat dan menurunkan tubuh dengan tangan.
- Decline Push-Up: Dilakukan dengan
posisi tangan lebih rendah dari posisi kaki. Ini membuat push up menjadi
lebih sulit dan menargetkan otot dada bagian bawah. dilakukan dengan
meletakkan kaki di atas permukaan yang lebih rendah dari lantai. Hal ini
membuat tubuh membentuk sudut menurun dan memaksa otot dada bagian bawah
bekerja lebih keras untuk menahan berat badan. Gerakan push up dilakukan
seperti biasa dengan mengangkat dan menurunkan tubuh dengan tangan. Perbedaan utama antara Decline
Push-Up dengan Feet Elevated Push-Up tersebut adalah letak posisi kaki
saat melakukan gerakan push up. Pada Feet Elevated Push-Up, kaki
diletakkan di atas permukaan yang lebih tinggi dari lantai, sementara pada
Decline Push-Up, kaki diletakkan di atas permukaan yang lebih rendah dari
lantai.
- One-Arm Push-Up: Dilakukan dengan
hanya satu tangan sebagai penopang tubuh. Ini adalah jenis push up yang
paling sulit dan menargetkan otot dada dan tricep.
- Plyometric Push-Up: Mulai dari posisi
push-up biasa, kemudian dorong dengan tenaga yang cukup untuk mengangkat
kedua tangan dari lantai. Sekali tangan kamu terangkat, berikan kekuatan
yang cukup pada tangan yang lain untuk melompat dari lantai. Kamu akan
mendarat dengan tangan kamu di lantai dan kemudian dorong tubuh kamu kembali
ke posisi awal.
- Diamond push-up: Berbaring di lantai
dengan posisi push-up, tapi letakkan kedua tangan kamu sedikit lebih dekat
dari pangkal paha, sehingga jari-jari tangan kamu berbentuk berlian. Tekuk
siku kamu dan turunkan tubuh kamu ke arah lantai. Kemudian dorong tubuh kamu
kembali ke posisi awal.
- Single-leg push-up: Berbaring di
lantai dengan posisi push-up, tapi angkat satu kaki kamu dari lantai
sehingga kamu hanya bergantung pada satu kaki dan tangan. Tekuk siku kamu
dan turunkan tubuh kamu ke arah lantai. Kemudian dorong tubuh kamu kembali
ke posisi awal, dan ulangi gerakan pada kaki yang lain.
- Hindu push-up: Mulai dengan posisi
push-up biasa, kemudian dorong pinggul kamu ke atas sehingga tubuh kamu
membentuk segitiga terbalik. Tekuk siku kamu dan turunkan kepala dan dada kamu
ke arah lantai. Kemudian dorong tubuh kamu ke atas dan kembali ke posisi
awal sambil membungkuk ke belakang. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
- Typewriter push-up: Berbaring di
lantai dengan posisi push-up, tapi letakkan kedua tangan kamu sedikit
lebih lebar dari bahu dan letakkan satu tangan sedikit lebih maju dari
tangan yang lain. Turunkan tubuh kamu ke arah lantai, dan saat kamu dorong
kembali ke posisi awal, geser tubuh kamu ke satu sisi untuk membawa tangan
maju ke tengah tubuh. Ulangi gerakan pada sisi yang lain.
- Spiderman push-up: Berbaring di
lantai dengan posisi push-up, tapi saat kamu turunkan tubuh kamu ke arah
lantai, angkat satu kaki dan bawa lutut kamu ke samping sehingga lutut kamu
menyentuh lengan kamu. Kemudian dorong tubuh kamu kembali ke posisi awal,
dan ulangi gerakan pada kaki yang lain.
- Archer Push Up: variasi push up yang
melibatkan gerakan seperti membuka dan menarik busur panah. Gerakan ini
melatih otot dada, tricep, bahu, dan inti. Caranya adalah mulai dengan
posisi push up seperti biasa, kemudian pindahkan satu tangan ke samping
sehingga tangan yang satu menopang tubuh, sementara tangan yang satu lagi
menarik tubuh ke samping seperti membuka busur panah. Lakukan push up
dengan satu tangan menopang tubuh dan tangan yang satu lagi membuka dan
menarik ke samping. Ulangi gerakan yang sama pada sisi lain.
- Staggered Push Up: dilakukan dengan
meletakkan satu tangan lebih tinggi dari tangan yang lain. Gerakan ini
melatih otot dada, tricep, bahu, dan juga membantu meningkatkan
keseimbangan tubuh. Cara melakukannya adalah dengan meletakkan salah satu
tangan lebih tinggi dari tangan yang lain, kemudian lakukan push up
seperti biasa. Ulangi gerakan dengan meletakkan tangan yang berbeda lebih
tinggi dari sebelumnya.
- T Push Up: push up yang melibatkan
gerakan memutar tubuh dan membentuk huruf T saat mencapai puncak gerakan.
Gerakan ini melatih otot dada, tricep, bahu, otot inti, dan juga membantu
meningkatkan keseimbangan tubuh. Caranya adalah mulai dengan posisi push
up seperti biasa, kemudian saat melakukan push up, angkat salah satu
tangan ke atas dan putar tubuh ke samping sehingga tubuh membentuk huruf
T. Ulangi gerakan dengan tangan dan sisi tubuh yang berbeda.
