Pada
Shoulder Press, fokus utama terletak pada deltoid, terutama deltoid anterior,
yang berada di bagian depan bahu. Selain itu, Shoulder Press juga akan melatih
deltoid lateral, yang berada di sisi bahu, dan deltoid posterior, yang berada
di belakang bahu.
Perlu
diingat bahwa untuk hasil yang optimal, diperlukan variasi latihan untuk
memastikan bahwa semua bagian dari deltoid terlatih dengan baik. Selain itu,
penting juga untuk menghindari cedera dengan menjaga teknik yang benar dan
menghindari penggunaan beban yang terlalu berat.
Shoulder
press juga dikenal sebagai "military press" karena pada awalnya,
latihan ini merupakan bagian dari program pelatihan militer. Pada masa lalu,
latihan ini sering dilakukan oleh tentara untuk meningkatkan kekuatan dan
ketahanan bahu dan lengan. Oleh karena itu, istilah "military press"
digunakan untuk menggambarkan latihan ini. Meskipun saat ini istilah
"shoulder press" lebih umum digunakan, istilah "military press"
masih sering digunakan dalam konteks kebugaran dan angkat besi.
Sejarah
Shoulder Press sendiri berasal dari latihan yang dilakukan oleh tentara Amerika
pada masa Perang Dunia II untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan bahu. Latihan ini dikenal sebagai "military
press" karena digunakan oleh militer sebagai bagian dari program latihan
fisik mereka.
Pada
awalnya, military press dilakukan dengan menggunakan barbell dan diangkat dari
posisi dada ke atas kepala. Namun, seiring waktu, latihan ini telah dimodifikasi
menjadi berbagai variasi, termasuk standing barbell press, seated barbell
press, dumbbell press, dan lain-lain.
Program
latihan fisik untuk personel militer biasanya meliputi berbagai latihan,
termasuk latihan kardio dan latihan beban, seperti shoulder press, untuk
memperkuat otot-otot penting yang dibutuhkan dalam tugas-tugas militer.
Sejak
saat itu, shoulder press menjadi salah satu latihan terpopuler untuk
mengembangkan kekuatan dan ukuran otot bahu, dan digunakan oleh banyak atlet
dan binaragawan di seluruh dunia.
Dalam
program latihan fisik militer modern, shoulder press biasanya menjadi salah
satu latihan yang disertakan dalam latihan beban untuk memperkuat dan
meningkatkan daya tahan otot-otot bahu dan lengan, yang penting dalam
mengangkat, memindahkan, dan mengeksekusi tugas-tugas militer yang memerlukan
kekuatan dan daya tahan fisik.
Shoulder
Press telah menjadi latihan yang populer di antara atlet dan binaragawan selama
beberapa dekade. Gerakan ini juga sering dilakukan sebagai bagian dari tes
kebugaran untuk angkatan bersenjata dan kepolisian. Di gym, latihan Shoulder
Press dapat dilakukan dengan menggunakan barbell, dumbbell, atau mesin Shoulder
Press.
Dalam
Shoulder Press, otot deltoid bagian depan (anterior) menjadi target utama,
namun otot deltoid bagian tengah (medial) dan belakang (posterior) juga ikut
terlibat. Selain itu, latihan ini juga melibatkan trapezius, tricep, dan
beberapa otot stabilisator lainnya pada bahu dan tubuh bagian atas.
Berikut
adalah fokus otot-otot pada Shoulder Press:
- Deltoid anterior: Otot deltoid
anterior merupakan fokus utama dari Shoulder Press. Otot ini terletak di
bagian depan bahu. Untuk fokus pada otot ini, kamu dapat memposisikan
tangan kamu sedikit lebih lebar dari bahu dan menekankan gerakan pushing
ke atas.
- Deltoid lateral: Otot deltoid lateral
terletak di samping otot deltoid anterior dan membentuk bagian atas bahu.
Untuk fokus pada otot ini, posisikan tangan kamu sejajar dengan bahu dan
dorong ke atas, lalu putar pergelangan tangan ke arah depan untuk
mengaktifkan deltoid lateral.
- Deltoid posterior: Otot deltoid
posterior terletak di bagian belakang bahu. Untuk fokus pada otot ini,
posisikan tangan kamu sedikit lebih lebar dari bahu dan dorong ke atas
dengan memberikan sedikit tekanan ke belakang.
- Serratus Anterior: otot ini terletak
pada tulang rusuk bagian atas dan terlibat dalam mengangkat bahu ke atas
serta menjaga stabilitas bahu.
- Tricep: Selain otot deltoid, Shoulder
Press juga melibatkan otot tricep. Otot ini terletak di bagian belakang
lengan atas. Untuk fokus pada otot tricep, posisikan tangan kamu sedikit
lebih lebar dari bahu dan dorong ke atas dengan memberikan sedikit tekanan
ke belakang.
Dalam
melakukan Shoulder Press, ada beberapa variasi gerakan yang dapat dilakukan
untuk menargetkan fokus otot yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa variasi
gerakan Shoulder Press beserta fokus otot yang ditargetkan:
- Military Press: fokus utama pada
Deltoid Anterior.
- Push Press: fokus utama pada Deltoid
Anterior dan Triceps Brachii.
- Arnold Press: fokus utama pada
Deltoid Anterior dan Deltoid Lateral.
- Seated Dumbbell Press: fokus utama
pada Deltoid Anterior dan Deltoid Lateral.
Penting
untuk diingat bahwa fokus otot pada Shoulder Press dapat bervariasi tergantung
pada variasi gerakan yang dilakukan dan teknik yang digunakan. Selain itu,
penting juga untuk memperhatikan teknik yang benar dan memulai dengan beban
yang sesuai untuk menghindari cedera dan memaksimalkan manfaat dari latihan
ini.
Jadi Dimana Letak Perbedaan Antara
Shoulder Press dengan Military Press?
Military
press adalah istilah yang merujuk pada gerakan angkat beban untuk melatih otot
bahu. Gerakan ini juga dikenal sebagai standing press atau overhead press. Pada
dasarnya, military press adalah versi lama dari shoulder press.
Perbedaan
utama antara military press dan shoulder press adalah posisi awal beban dan
gerakan awal. Pada military press, beban diletakkan di atas bahu dengan posisi
vertical di bawah dagu dan siku menonjol ke samping. Sedangkan pada shoulder
press, beban diletakkan di atas bahu dengan posisi horizontal di belakang
kepala dan siku menghadap ke depan.
Gerakan
military press juga melibatkan lebih banyak otot tubuh bagian atas, termasuk
otot core, glutes, dan quad. Sedangkan shoulder press lebih menitikberatkan
pada otot bahu.
Namun,
saat ini istilah shoulder press lebih sering digunakan untuk merujuk pada kedua
gerakan tersebut, dan military press lebih jarang digunakan.
Lalu Apa itu Overhead Press dan
Apakah berbeda juga dengan Military Press?
Overhead
press adalah latihan kebugaran yang melibatkan angkat beban di atas kepala
dengan tangan tegak lurus. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat dan membangun
otot-otot di pundak, lengan, dan tulang belakang bagian atas.
Sejarah
Overhead press berasal dari cabang olahraga angkat besi, yang sudah menjadi
bagian dari Olimpiade modern sejak tahun 1920. Pada awalnya, latihan ini
disebut sebagai Press, dan merupakan salah satu dari tiga cabang angkat besi
yang dipertandingkan. Namun, pada tahun 1972, teknik angkat besi Press dihapus
dari cabang olahraga tersebut dan digantikan dengan Clean and Jerk serta
Snatch.
Perbedaan
antara Overhead press dengan military press terletak pada posisi kaki dan
punggung saat melakukan latihan. Pada military press, kaki berdiri rapat dan
punggung sejajar dengan posisi tegak lurus ke atas, sedangkan pada overhead
press, kaki agak lebar dengan punggung sedikit membungkuk ke belakang saat
mengangkat beban ke atas. Hal ini membuat overhead press lebih menekankan pada
otot inti dan membantu menjaga keseimbangan tubuh selama melakukan gerakan.
Overhead
press dan shoulder press adalah dua latihan beban yang fokus pada pengembangan
kekuatan dan massa otot pada bahu dan lengan. Meskipun keduanya memiliki
kemiripan dalam gerakan, tetapi ada perbedaan yang signifikan antara kedua
latihan tersebut. Berikut adalah perbedaan antara overhead press dan shoulder
press:
- Fokus Otot yang Berbeda: Overhead
press menekankan pada pengembangan kekuatan dan massa otot pada bahu,
trapezius, dan tricep, sedangkan shoulder press fokus pada pengembangan
massa otot pada deltoid (bahu) dan tricep.
- Postur Tubuh yang Berbeda: Dalam
overhead press, postur tubuh yang ideal adalah berdiri dengan pinggul
direnggangkan, tulang belakang lurus dan bahu ditarik ke bawah, sementara
pada shoulder press, postur tubuh yang ideal adalah duduk pada bangku dan
menjaga pinggang dan punggung tetap tegak.
- Perbedaan Gerakan: Overhead press
melibatkan gerakan dorong yang dilakukan dari atas kepala dengan beban
yang dipegang di atas kepala, sedangkan shoulder press melibatkan gerakan
dorong ke atas dengan beban yang dipegang di depan kepala.
- Jenis Alat yang Digunakan: Overhead
press dapat dilakukan dengan menggunakan barbel atau dumbbell, sementara
shoulder press biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin shoulder press
atau dumbbell.
- Intensitas Latihan: Overhead press
dapat dilakukan dengan variasi berat beban dan variasi jumlah repetisi,
sedangkan shoulder press biasanya dilakukan dengan repetisi yang lebih
tinggi dan intensitas yang lebih rendah.
Dalam
kesimpulannya, overhead press dan shoulder press keduanya merupakan latihan
yang baik untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot pada bahu dan lengan,
namun memiliki fokus otot yang berbeda dan perbedaan dalam gerakan dan postur
tubuh. Pemilihan antara keduanya tergantung pada tujuan latihan dan preferensi
individu.
Bagaimana dengan Arnold Press, Apakah
juga termasuk efektif?
Arnold
Press adalah gerakan angkat beban yang mirip dengan Shoulder Press, namun
dengan variasi gerakan yang berbeda. Arnold Press dilakukan dengan memulai
posisi dumbbell di depan bahu, lalu kemudian ditekan ke atas dengan memutar
pergelangan tangan dan lengan, sehingga menghasilkan gerakan yang lebih
melingkar.
Gerakan
Arnold Press dinamai berdasarkan nama Arnold Schwarzenegger, seorang mantan
binaragawan dan aktor terkenal. Dia sering menggunakan gerakan ini dalam
latihannya untuk membentuk dan mengembangkan otot deltoid (bahu).
Dalam
Arnold Press, fokus utama latihan adalah pada otot deltoid anterior (bagian
depan bahu) dan otot deltoid lateral (bagian samping bahu). Gerakan ini juga
melibatkan otot trapezius dan otot trisep, serta otot lainnya di sekitar bahu.
Secara
umum, Arnold Press dianggap sebagai variasi yang efektif dari Shoulder Press
untuk melatih otot bahu secara keseluruhan, karena gerakan melingkar yang
dihasilkan dapat membantu mengaktifkan lebih banyak serat otot di sekitar bahu.
Namun, perlu diingat bahwa pemilihan gerakan tergantung pada tujuan dan
kebutuhan individu, serta faktor-faktor lain seperti kondisi fisik dan kesehatan.
Tidak
ada jawaban pasti mengenai mana yang lebih efektif antara kedua latihan ini,
karena efektivitasnya tergantung pada tujuan dan kondisi fisik individu yang
melakukan latihan. Namun, beberapa ahli merekomendasikan penggunaan kedua
latihan ini dalam rutinitas latihan bahu untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Saran Dan Contoh Variasi Latihan
Shoulder Press
Berikut
adalah beberapa nomor set dan repetisi yang dapat dilakukan pada shoulder
press:
- Set: 3-5 set
- Repetisi: 8-12 repetisi per set
- Istirahat: 1-2 menit di antara set.
Namun, perlu diingat bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Penting untuk melakukan penyesuaian yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan masing-masing individu serta berkonsultasi dengan pelatih atau ahli kebugaran terlebih dahulu sebelum melakukan latihan intensif seperti shoulder press.
