Sejarah, Pengertian dan Jenis Whey Protein

Sejarah, Pengertian, Jenis Whey Protein

Whey protein adalah jenis protein yang berasal dari whey, cairan yang dihasilkan selama proses pembuatan keju. Whey protein adalah sumber protein yang populer dalam olahraga dan kebugaran karena mudah dicerna, cepat diserap oleh tubuh, dan kaya akan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membangun otot dan memperbaiki jaringan tubuh.

Whey protein adalah salah satu jenis protein yang paling populer dan banyak digunakan dalam suplemen nutrisi dan olahraga. Whey protein diperoleh dari susu, tepatnya dari cairan yang dipisahkan. kandungan whey tidak berasal dari daging tetapi berasal dari susu sapi. Whey protein adalah salah satu jenis protein yang terdapat dalam susu sapi. Ketika susu diproses untuk dijadikan keju, whey dipisahkan dari protein kasein dan diproses lebih lanjut untuk dijadikan produk whey protein seperti whey concentrate, isolate, atau hydrolysate. Jadi, meskipun keju adalah sumber utama dari whey protein, whey protein sendiri berasal dari susu sapi.

Sejarah Whey Protein

Whey protein pertama kali ditemukan oleh para peternak di Eropa pada abad ke-18. Mereka menyadari bahwa ketika susu dipanaskan untuk membuat keju, sebuah cairan hijau terpisah dari padatan keju. Cairan hijau ini kemudian disebut "whey" yang berarti serum susu. Pada awalnya, whey protein ditemukan sebagai hasil sampingan dari proses pembuatan keju. Di beberapa lokasi di dunia, whey protein dulu dianggap sebagai limbah dan dibuang. Pada akhir abad ke-19, peneliti menyadari bahwa whey protein mengandung kandungan nutrisi yang tinggi dan dapat digunakan sebagai suplemen diet dan olahraga.

Namun, pada tahun 1749, seorang ahli nutrisi bernama Johann Peter Gram memperkenalkan konsep bahwa whey dapat dijadikan sebagai sumber protein yang baik bagi manusia. Pada awalnya, whey protein digunakan sebagai makanan tambahan bagi anak-anak yang kekurangan gizi.

Pada tahun 1930-an, whey protein mulai diproduksi secara komersial sebagai suplemen makanan untuk atlet dan binaragawan. Namun, pada saat itu, whey protein memiliki rasa yang buruk dan konsistensi yang tidak menarik. Selama beberapa dekade berikutnya, penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan rasa whey protein.

Pada tahun 1940-an, industri susu mulai memproduksi whey protein dalam skala besar sebagai suplemen nutrisi bagi binaragawan dan atlet lainnya. Sejak itu, whey protein telah menjadi salah satu suplemen yang paling populer di kalangan atlet, binaragawan, dan orang yang ingin meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Pada tahun 1990-an, teknologi produksi whey protein semakin maju dan penggunaannya semakin populer di kalangan atlet dan binaragawan. Kini, whey protein menjadi salah satu suplemen makanan yang paling populer dan banyak digunakan di seluruh dunia.

Jenis Whey Protein

Ada beberapa jenis whey protein yang umum digunakan:

  1. Whey Concentrate (Konsentrat Whey) merupakan jenis whey protein yang paling umum dan mudah ditemukan di pasaran. Kandungan proteinnya biasanya sekitar 70-80% dan mengandung sedikit kadar lemak dan laktosa. Whey concentrate juga mengandung beberapa vitamin dan mineral. Whey concentrate juga mengandung kasein dan albumin, yang merupakan jenis protein lain yang berasal dari susu. Kandungan protein Whey concentrate dapat bervariasi tergantung pada tingkat filtrasi yang digunakan selama proses produksi
  2. Whey Isolate (Isolat Whey) adalah jenis whey protein dengan kandungan protein yang lebih tinggi, mencapai sekitar 90-95%. Whey isolate diproses lebih lanjut untuk menghilangkan lemak, laktosa, dan zat-zat lainnya sehingga lebih murni dan mengandung sedikit karbohidrat. Whey isolate biasanya lebih mahal dibandingkan dengan whey concentrate.
  3. Whey Hydrolysate (Hidrolisat Whey) adalah jenis whey protein yang paling cepat diserap oleh tubuh karena telah diproses dengan cara hidrolisis, yaitu pemecahan protein menjadi asam amino yang lebih kecil dan mudah dicerna oleh tubuh. Whey hydrolysate cenderung lebih mahal dan memiliki rasa yang lebih pahit dibandingkan dengan whey concentrate atau isolate. Whey hydrolysate juga diklaim memiliki efek yang lebih cepat dalam meningkatkan sintesis protein otot dibandingkan whey concentrate dan isolate.

Perbedaan utama antara ketiga jenis whey protein tersebut terletak pada kandungan protein, lemak, karbohidrat, laktosa, dan harganya. Whey concentrate biasanya memiliki kandungan protein lebih rendah dan kandungan lemak, karbohidrat, serta laktosa yang lebih tinggi dibandingkan whey isolate dan hydrolysate. Sementara itu, whey isolate memiliki kandungan protein lebih tinggi dan kandungan lemak, karbohidrat, serta laktosa yang lebih rendah dibandingkan whey concentrate. Whey hydrolysate memiliki kandungan protein yang paling tinggi dan kandungan lemak, karbohidrat, serta laktosa yang paling rendah di antara ketiga jenis whey protein tersebut.

Dalam hal harga, whey concentrate biasanya menjadi pilihan yang paling terjangkau dibandingkan whey isolate dan hydrolysate. Sementara itu, whey isolate dan hydrolysate lebih mahal karena proses pemurnian yang lebih rumit dan kandungan protein yang lebih tinggi. Perlu di ingat, pemilihan jenis whey protein yang tepat tergantung pada tujuan dan kebutuhan masing-masing individu.

Bagaimana jika badan tidak bisa menerima Whey atau Alergi tehadap Whey?

Bagi orang yang alergi terhadap whey protein, menghindari konsumsi produk-produk yang mengandung whey protein adalah yang terbaik untuk mencegah reaksi alergi. Namun, menghindari produk whey protein bisa sulit, karena banyak produk makanan dan suplemen yang mengandung whey protein.

Jika terjadi reaksi alergi setelah mengonsumsi whey protein, segera hentikan konsumsinya dan konsultasikan dengan dokter. Dokter akan membantu memastikan apakah reaksi yang terjadi memang disebabkan oleh alergi terhadap whey protein atau mungkin karena faktor lain.

Penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami reaksi alergi terhadap whey protein, karena dalam beberapa kasus, reaksi alergi bisa berpotensi mengancam nyawa. Dokter juga dapat memberikan penanganan yang tepat, seperti memberikan obat antihistamin atau epinefrin jika diperlukan.

Bagi orang yang alergi terhadap whey protein, whey nabati bisa menjadi alternatif yang baik.

Apa itu Whey Nabati?

Whey nabati terbuat dari bahan-bahan nabati seperti kedelai, kacang almond, atau beras dan tidak mengandung susu atau produk susu. Whey nabati biasanya juga rendah lemak dan kalori sehingga cocok untuk orang yang sedang menjalani program diet atau mengurangi asupan lemak dan kalori.

Whey nabati atau juga dikenal sebagai protein nabati yang mirip dengan whey protein, adalah sumber protein yang berasal dari tumbuhan. Protein nabati ini dibuat dari berbagai jenis bahan nabati seperti kacang-kacangan, kedelai, beras, kacang polong, kacang merah, atau biji rami. Protein nabati ini umumnya cocok untuk mereka yang menjalani diet vegetarian atau vegan.

Protein nabati tidak mengandung semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga seringkali kombinasi beberapa jenis protein nabati diperlukan untuk memenuhi kebutuhan asam amino yang optimal. Beberapa contoh sumber protein nabati yang populer antara lain protein kedelai, protein kacang-kacangan, dan protein beras. Saat ini sudah banyak produsen suplemen yang menyediakan produk protein nabati yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing.

Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun whey nabati mengandung protein, jumlahnya biasanya lebih rendah daripada whey protein asli. Selain itu, whey nabati juga tidak mengandung asam amino esensial lengkap seperti whey protein, yang berarti protein tersebut tidak dapat digunakan dengan efisien untuk membangun jaringan otot.

Jadi, untuk orang yang membutuhkan asupan protein tinggi untuk membangun otot, whey nabati mungkin tidak menjadi pilihan terbaik, kecuali jika dikonsumsi dalam kombinasi dengan sumber protein lain yang lengkap asam amino. Namun, untuk orang yang alergi terhadap whey protein, whey nabati bisa menjadi alternatif yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein mereka. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen whey nabati. 

Lebih baru Lebih lama

Ads

Ads